Sekolah buat jadi Orang Tua.. Part 3

CINTA sering dijadikan Kambing Hitam dalam pengasuhan anak

kalimat di atas ini dilontarkan oleh Ibu Elly Risman di seminar pengasuhan anak “Mendidik Anak dengan Cinta dan Logika” pada Sabtu, 19 Maret 2011. Setelah mengikuti seminar mengenai disiplin dan komunikasi, maka gue n hqm (harusnya hqm ikutan, tapi Nara mendadak diajak ke Ragunan sama Omanya, jadi hqm nemenin Nara, mamanya tetep seminar) ikut seminar ini karena ternyata mendidik anak tidak cukup HANYA dengan cinta, tapi juga butuh Logika..dalam mengasuh anak orang tua kadang mengatasnamakan CINTA lalu berusaha membuat segalanya menjadi lebih mudah buat si anak, seperti layaknya HELIKOPTER yang selalu berputar2 di atas anak..tidak ada hari tanpa perlindungan..begitu dirasakan ada tanda2 ketidaknyamanan, orang tua sigap memberi bantuan..Anak selalu “diselamatkan” dan “dijamin” karena banyak orang tua yang tidak tega anaknya menjalani konsekuensi..

Ada juga orang tua yang bergaya layaknya Sersan Pelatih, kalo yang ini kerjaannya merintah terus bahkan dengan teriakan, semakin keras teriakan semakin orang tua berpikir mereka punya kontrol atas diri si anak. Anak yang terus menerus diperintah, tidak memiliki kesempatan untuk berpikir, karena proses berpikir diambil alih oleh Sersan Pelatih sang Orang Tua..jadi yang ditangkap anak adalah ” aku ga bisa mikir, mama aja yang mikirin”

contoh yang mudah saja, anak qta ga bole main di tempat yang banyak nyamuk, harus makan makanan organik, ga boleh panas2an, harus tidur di ruang berAC..baju, sepatu disiapkan, makan disuapin..pokoknya semua dipermudah dan dibuat senyaman mungkin..ini sebenernya tidak sepenuhnya salah..tapi kalo berlebihan yang artinya tidak memakai logika, hal-hal seperti ini dalam membuat anak ketika sudah dewasa, saat harus lepas dari rumah anak akan susah untuk menegakkan kepala..karena yang mereka tangkap saat orang tua menjadi HELIKOPTER tadi adalah “kamu lemah, kamu tidak bisa tanpa mama/papa”, jadi anak tidak ada kesiapan untuk menghadapi hidup..

Dari anak umur 18 bulan sampai jadi mahasiswa, orang tua mencuri kesempatan anak untuk belajar atas nama cinta

dan terkadang kecemasan orang tua yang berlebihan ini sering menjadi “false belief” dan ini menular di masyarakat sehingga banyak orang yang hanyut dalam TREND, padahal belom tentu yang dicemaskan memang sesuatu yang HARUS dicemaskan..

Anak yang tidak pernah merasa SAKIT, dia tidak pernah merasa ENAK

Pengasuhan dengan cinta dan logika bisa diartikan menjadi pengasuhan dengan cinta yang cukup untuk bisa membiarkan anak salah dan sedikit menderita. Pemahaman ini harus dimulai dengan menyadari bahwa anak itu PINJAMAN dari Allah. Anak itu dititipkan untuk kebahagiaanmu, untuk kesenanganmu dan untuk ujianmu. Jadi orang tua harus sadar, kalo anak itu bukan miliknya..yang harus dijaga bener2..diberikan bekal yang baik2 sehingga anak memiliki konsep diri..Orang tua bisa memberikan pilihan-pilihan, melatih kemampuan anak untuk memecahkan masalah sehingga orang tua mampu untuk TEGA mempertemukan konsekuensi dari kesalahan anak dengan masih menggunakan empati sehingga anak tau dan mengerti walopun dia salah, orang tuanya tetap sayang..hal ini akan membuat anak menjadi matang, mandiri, bertanggung jawab dan berani menjalani konsekuensi hidup.

Satu hal yang penting dalam pengasuhan anak dengan cinta dan logika adalah hadirnya Tuhan dalam diri anak, hal ini harus ditanamkan sedini mungkin oleh kedua ORANG TUA..bukan oleh guru AGAMA di sekolah, bukan dengan memasukkan ke sekolah Islam/basis agama lain, bukan dengan memanggil guru ngaji ke rumah..tapi oleh kedua ORANG TUAnya..sehingga anak merasakan kebutuhan atas agamanya karena anak suka, bukan hanya karena bisa..

contoh yang bisa diambil dari kisah Nabi Adam n Hawa adalah Allah sudah memberikan surga, tapi hanya ada satu larangan yaitu memakan buah kuldi..tapi adam & hawa tetap melanggar maka Allah tetap memberikan konsekuensi yaitu harus keluar dari surga..Allah aja tega, kenapa qta orang tua susah buat tega ama anak demi kebaikan diri anak sendiri? anak harus diajarkan cinta yang tak terbatas tapi bertanggung jawab.

karena jaman sekarang buah terlarang itu bermacam2 yang menjadi tantangan buat anak qta yang berwujud teman, gang, pacar, tawuran, alkohol, narkoba, pronografi, seks bebas dan lain2 yang rasanya “nikmat”

Pusaran Cinta pengasuhan yang efektif mencakup tiga hal :
1. cinta yang tidak permisif (yang apa2 boleh).
2. cinta yang tidak mentolerir tingkah laku yang tidak respek.
3. cinta yang cukup kuat untuk membiarkan anak berbuat salah dan mengizinkannya menjalani konsekuensi.

Tapi pengasuhan tidak cukup dengan cinta, pengasuhan juga butuh Logika yang berpusat pada konsekuensi. Semua kesalahan mempunyai konsekuensi logis. dan konsekuensi yang dijalani dengan empati akan menghasilkan pengertian yang penuh cinta terhadap kekecewaan, frustasi, dan rasa sakit yang dialami si anak menjadikannya kekuatan perubahan pikiran. Orang tua harus punya empati terhadap anak, tapi bukan berarti membiarkan anak salah, kalo anak salah dia harus bertanggung jawab atas konsekuensinya.

Kenapa kebanyakan orang tua takut anaknya gagal? karena orang tua takut anaknya menderita..orang tua takut anaknya menanggung konsekuensi..dan orang tua pun takut menanggung konsekuensi dicap Orang Tua yang Buruk..orang tua yang TEGA sama anak..sebenernya kebanyakan orang tua lebih takut dinilai tentang dirinya, makanya jadi orang tua harus punya prinsip dan target, jangan ikut2an orang lain (yang qta tau salah) hanya karena takut dicap BEDA.

Orang tua harus bisa membedakan :
1. melindungi dengan perduli, walopun keduanya dengan unsur cinta
2. perduli dengan melindungi dari semua kesalahan dalam proses berkembang

Cinta dan sikap orang tua adalah KUNCI bagaimana anak menangani masalahnya ketika REMAJA/DEWASA

Orang tua juga harus mengenalkan tanggung jawab sedini mungkin kepada anak..tanggung jawab itu bukan diajarkan tapi DICONTOHKAN dan DIBUKTIKAN..hindari menggunakan kata tanggung jawab kepada anak, karena semakin sering disebutkan akan semakin tidak dilakukan anak. Tanggung jawab tidak tumbuh tanpa kesempatan. Letakkan tanggung jawab untuk berpikir dan mengambil keputusan pada anak sedini mungkin, tanyakan pendapatnya atas tindakan2nya, berikan pilihan2. Orang tua harus tau kapan IKUT CAMPUR, kapan membiarkan..dan kurangin kontrol tapi bukan berarti lepas tangan..

Satu contoh dari Ibu Elly adalah ada yang dinamakan V of Love..jadi mulai saat anak lahir pilihan dan batasan yang diberikan diperketat yang semakin dia dewasa akan semakin longgar..jadi dari kecil sudah dikenalkan apa yang haram dan yg halal..apa yang baik dan buruk..sehingga fondasi semakin kuat dan tumbuh menjadi anak yang bisa bertanggung jawab terhadap Tuhan, terhadap dirinya sendri, terhadap keluarga, alam dan masyarakat nantinya.

Konsep diri anak harus diasah dari kecil..anak belajar dari apa yang dia dengar, lihat dan rasakan..Apa yang kita orang tua katakan tidak selalu sama dengan apa yang didengar anak, makanya harus hati2 bicara sama anak..

Ibu Elly menjelaskan bahwa anak di bawah 5 tahun tidak mengerti konsep Sharing atau Berbagi..dan kadang-kadang orang tua kurang tepat menyikapinya..sebagai contoh : apabila anak sedang bermain dengan temannya..lalu si anak merebut mainan temannya itu..si teman menangis..lalu apa yang seringnya dilakukan orang tua? ada yang bilang “ga boleh gtu donk, mainnya sama2, sharing sama temennya” *padahal anak lom ngerti konsep sharing*, atau kadang2 langsung saja “ayo, kembalikan mainannya” sambil melotot dengan nada tinggi harusnya orang tua bicara baik2 dengan si anak, tanyakan kenapa dia merebut? lalu beritahu bahwa hal tersebut tidak baik, dan harus mengembalikan mainannya, konsekuensinya anak menangis, marah, guling2 or whatever..ya gpp..itu memang sudah konsekuensinya..biarkan saja jadi dia belajar untuk menerima konsekuensi atas perbuatannya..

bagaimana kalo anak qta yang direbut mainannya? lalu anak qta menangis? yang dikatakan orang tua biasanya “udah gpp..kamu main yang lain aja, mainanmu khan banyak” dan u know what? hal sepele kaya’ gini bisa melukai harga diri anak..mainan itu HAK dia, jadi anak harus mempertahankan HAKnya..jadi sebaiknya orang tua berbicara kepada anak dengan menanyakan perasaannya “kamu kesel ya mainanmu direbut? yauda coba bilang sama temenmu minta kembalikan mainannya”

3 kaki konsep diri adalah :
1. Saya dicintai orang di sekitar saya
2. Saya yakin saya mempunyai kemampuan
3. Saya mampu mengontrol hidup saya

Tips mengasuh dengan cinta dan logika :
1. buat batasan yang jelas : libatkan anak dalam membuat batasan ini jika anak sudah berusia di atas 5 tahun
2. Gunakan thinking words bukan fighting words : karena walopun tuntutannya sama tapi reaksinya berbeda..dengan thinking words anak belajar untuk berpikir, lalu dia dapat memilih dan memutuskan.
3. Biarkan anak salah, asal tidak bahaya : tidak melibatkan api, listrik, pokoknya yang bisa membahayakan jiwa
4. Tekankan kekuatan yang dimilikinya dan hindari mengeritik dan melindungi anak terus menerus
5. Jika anak salah, maafkan..karena anak usia 0-7 tahun tidak berhak untuk dimarahi karena koneksi di otaknya belum sempurna bersambungan.
6. Kendalikan emosi (jangan marah2), karena anak nanti suka meniru.
7. Minta ampunan kepada Allah dan bermusyawarah lah dengan anak.
8. Tutup AIB anak : jangan mengumbar kepada orang lain, karena orang lain hanya akan mengingat yang jelek2..sedangkan anak qta masi akan berubah dan berkembang.
9. Jika anak salah maka dikoreksi tanpa merusak harga diri anak
10. Dan tentunya jika anak berhasil, hargailah perjuangannya, jangan disepelekan, ini akan meningkatkan kepercayaan diri dan harga dirinya.

Bagaimana kalau sudah terlanjur???
1. buat daftar yang ingin diperbaiki
2. buat prioritas mana yang harus didahulukan
3. tetapkan goal untuk diri sendiri
4. target harus realistis
5. belajar berkomunikasi dengan anak
6. lengkapi diri dengan berbagai ilmu
7. siapkan mental bahwa hal ini tidak mudah
8. jangan terus-menerus anak yang melayari pikiran orang tua, orang tua yang sebaliknya melayari pikiran anak
9. sediakan waktu/tidak tergesa2 saat bersama anak

Kenali dan temukan bakat, potensi dan kecerdasan anak, latih dan kembangkanlah dengan pengasuhan cinta dan logika

emang ngomong atau nulis lebih gampang daripada ngelakuin..qta sama2 belajar terus jadi orang tua yang lebih baik..demi anak2 qta..perjuangan keras yang dilakukan suatu saat akan mendapatkan hasilnya khan..pelan2 mulai berubah ke arah yang lebih baik..Insya Allah jalannya dipermudah..*amin*

semoga tulisan ini bermanfaat untuk orang tua yang laen..tulisan ini juga sebagai pengingat buat gue..jadi orang tua itu ga mudah..harus selalu belajar..

Parenting is Natural..but being a good one requires a continuous learning

BheBoth

14 thoughts on “Sekolah buat jadi Orang Tua.. Part 3

  1. mba, sy link post yg ttg seminar ibu elly risman di blog saya (tautan kesini tentunya) buat filing biar klo mw baca2 lagi gampang y mba. boleh y..tq๐Ÿ™‚

  2. Pingback: Sekolah buat jadi Orang Tua dari seminar ibu ELLY RISMAN « Puspa

  3. Pingback: ragunan.. | welcome to my words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s